Kusen Upvc Bandung, Kusen Upvc, Harga Kusen Upvc Per Meter, Harga Kusen Upvc 2019, Harga Kusen Upvc Vs Aluminium, Kusen Pintu Upvc, Kusen Jendela Upvc, Merk Kusen Upvc Terbaik, Kusen Upvc Adalah, Harga Kusen Upvc Bandung

Ketika berkunjung ke tempat atau rumah orang lain, orang tua kita selalu memberi nasihat untuk bersikap sopan dan jaga sikap di depan orang lain. Ini dilakukan agar tidak menyinggung seseorang karena sikap kita yang tidak enak dipandang.

Namun, bagaimana kalau kejadiannya sesuatu yang kita anggap normal dan sopan, justru dinilai kasar dan tidak sopan oleh orang lain?

Berikut Kami himpun beberapa sikap normal orang Indonesia yang justru dianggap kasar jika kita melakukannya di luar negeri. Ini bisa jadi tips untuk Pembaca yang hendak melancong ke beberapa negara yang memiliki adap sopan santun yang justru sangat berbeda dengan Indonesia.


Tersenyum Kepada Orang Lain.

Padahal orang Indonesia terkenal dengan keramahannya karena murah senyum kepada orang asing sekalipun. Namun ternyata kebiasaan normal dan sopan ini justru tidak bisa dibawa dan dilakukan di Rusia.

Menebar senyum di Rusia malah dianggap sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Senyuman ini akan menimbulkan kesan menggoda saat bertemu orang asing. Jadi menebar senyuman hanya bisa dilakukan kepada teman dekat atau keluarga.

Bahkan, penjaga toko pun tidak akan memberikan senyuman untuk pelanggannya. Jadi, jangan sedih kalau merasa seolah-olah Pembaca dilayani tidak ramah selama di Rusia. Itu hanya tradisi dan kebiasaan mereka saja, kok.


Menghabiskan Makanan

Saat bertamu, bagi tuan rumah yang menyuguhkan makanan lalu tamu menghabiskan makanan adalah sebuah penghargaan yang membuat tuan rumah senang. Pada dasarnya orang Indonesia punya kebiasaan untuk tidak menyisakan makanan di piring.

Namun, hal tersebut berbeda kalau Pembaca bertamu di China. Memakan habis makanan yang disuguhkan di China justru dianggap tidak sopan. Ini sebagai tanda kalau tamu merasa makanan yang disuguhkan tuan rumah tidak cukup untuk mengisi perut.


Memberi Uang ‘’Terima Kasih’’

Uang ‘’terima kasih’’ atau uang tip memang cenderung dilakukan oleh negara-negara Barat. Namun, orang Indonesia pun tak sedikit yang melakukan ini sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kerja seseorang atau pertolongan seseorang kepada kita.

Namun, memberi uang tip ini justru dianggap penghinaan di Jepang. Ini karena mereka sudah memiliki standar bahwa memberikan pelayanan terbaik adalah tugas mereka tanpa mengharapkan imbalan lebih. Pemberian uang tip ini juga ternyata dianggap tabu oleh masyarakat Korea Selatan, lho. Jadi jangan lakukan ini saat melancong ke Jepang dan Korea Selatan, ya.


Jadi Penumpang Taksi

Di Indonesia, mungkin sudah menjadi normal kalau kita sebagai penumpang taksi dengan memilih kursi di belakang. Tapi ternyata hal ini justru dianggap tidak sopan di Irlandia, Australia, Selandia Baru, dan Skotlandia. Di negara ini, jika Pembaca sendirian, maka harus duduk di depan sejajar dengan sang supir.

Di negara-negara tersebut, masyarakat memegang prinsip egalitarianism atau memiliki pandangan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat tanpa memandang status dan pekerjaan. Dengan begitu, supir taksi akan menganggap penumpang yang duduk di kursi belakang sebagai orang yang sombong.


Membunyikan Klakson Mobil

Bagi kita yang mudah menekan tombol klakson pada mobil dan motor di Indonesia, lebih baik jangan melakukan ini selama berada di Norwegia. Kecuali jika dalam keadaan darurat yang sangat mendesak.

Ya, klakson kendaraan hanya boleh dibunyikan di Norwegia ketika Pembaca sedang dalam keadaan darurat yang membutuhkan bantuan orang lain atau pengemudi kendaraan lainnya. Klaksok kendaraan di Norwegia tidak pernah digunakan sebagai tanda peringatan seperti yang biasa kita lakukan di Indonesia.


Memasukkan Tangan ke Saku Celana

Jangan lakukan ini ketika Pembaca sedang ada di Jerman. Terutama saat mengobrol dengan orang Jerman. Jika Pembaca menyelipkan tangan ke dalam saku celana, itu tandanya tidak menghargai lawan bicaramu. Sama halnya ketika makan bersama, tanganmu harus berada di atas meja makan dan jangan menyembunyikan tangan di pangkuan kaki.


Menyilangkan Kaki Saat Duduk

Sebenarnya di Indonesia juga beberapa orang kerap menilai bahwa menyilangkan kaki di hadapan seseorang dinilai tidak sopan. Tapi, bukan berarti sikap tubuh seperti ini juga bermakna negatif di hadapan teman akrab dan keluarga. Justru hal tersebut tidak dipermasalahkan.

Berbeda jika Pembaca mengunjungi Arab Saudi. Baik bertemu dengan teman akrab dan keluarga, menyilangkan kaki saat duduk dianggap tabu dan tidak sopan. Tidak hanya dilakukan oleh perempuan, kaum laki-laki pun akan dinilai tidak sopan jika menyilangkan kaki di hadapan seseorang.


Mengacungkan Jempol

Mengacungkan jempol sebenarnya bisa memaknai berbagai hal. Selain ungkapan ‘’good’’, ‘’oke’’, menandakan persetujuan dan pengertian yang cenderung bermakna positif. Tapi ternyata hal ini tidak berlaku di Afghanistan, Iran, sebagian area Italia dan Yunani.

Mengacungkan jempol secara langsung ke masyarakat di sana justru menandakan sikap ‘’terserah’’ dan dianggap kasar oleh mereka. Jadi Pembaca harus agak hati-hati ya menggunakan jempol di sana karena pemaknaannya justru menjadi negatif.

Tapi, bagaimana kalau dengan tombol like pada Facebook ya?

Temukan artikel menarik serta informasi mengenai UPVC Bandung, Kusen UPVC, PINTU UPVC, UPVC CONCH, KUSEN UPVC MURAH, KUSEN UPVC ANTI BOCOR, KUSEN UPVC BANDUNG, UPVC, dan artikel menarik lainnya di UPVC BANDUNG BY TETA.